Hai movie addict, kali ini aku bakalan
ngereview film (iyak lagi – lagi film sedih karena emang hoby mewek sendirian
kalo malem) Harmony, sebuah film ber genre drama asal Korea ini memang berhasil
bikin aku nangis bombay tengah malam dan bikin baju basah buat ngelap air mata
(bukan iler ya). Berawal dari pencarian di google tentang film yang bisa bikin
nangis penontonnya, dan akhirnya ketemulah film Harmony ini, ya emang sih ini
bukan film baru. Film ini rilis tahun 2010 lalu, tapi ga tau kenapa baru aku
temuin sekarang. Karena emang jarang banget yang nyebutin ini dalam rekomendasi
film sedih yang biasanya ada di internet. Oke, daripada kepanjangan cerita
mendingan langsung aja deh kita review film ini.
Di awal cerita penonton
disuguhkan dengan adegan ibu yang bernama Hong Jeong-Hye yang sedang berjuang
melahirkan bayinya di penjara tadinya aku menebak – nebak apakah yang akan
terjadi selanjutnya, apakah setelah lahir bayi itu akan langsung dipisahkan
dari ibunya? Ternyata dugaanku salah, bayi itu tetap dirawat oleh ibunya dan
dibesarkan di lingkungan penjara. Mendengar kata penjara mungkin kebanyakan
orang sudah bergidik ngeri membayangkannya. Tapi tunggu dulu, di film ini
disajikan kisah persahabatan yang sangat solid yang terjadi di dalam penjara.
Bayi itu yang diberi nama Kim Min-wo dirawat bersama – sama oleh Jeong-Hye dan
teman – temannya. Sampai pada Min-wo berulang tahun ke 1, semua penghuni
penjara memberikan hadiah padanya dan mereka merayakan ulang tahun Min-wo di
bangsal penjara.
Suatu hari datanglah penghuni
baru yang ditempatkan di kamar Jeong-Hye dkk. Dia bernama Kang Yu-Mi. Dia
sangat murung dan penyendiri sampai – sampai dia ditegur oleh Kang Yeun-Sil
agar lebih sopan sedikit pada penghuni lama. Kemudian si kecil Min-wo
menghampiri Yu-Mi yang sedang sendiri dan ingin memeluknya, namun Yu-Mi malah
mendorong Min-Wo hingga terjatuh dan pertengkaranpun tidak dapat dihindari.
Cerita berlangsung ketika tim
paduan suara datang untuk menghibur di penjara, timbul keinginan Jeong-Hye
untuk membentuk tim paduan suara sendiri di penjara, sampai akhirnya dia
mengutarakan idenya pada Kong Na-Yeong salah satu sipir yang selama ini sering
membantu dia dan teman – temannya. Sampailah ide tersebut pada commisioner,
dengan banyak pertimbangan akhirnya di setujuilah idenya itu dan diberikan
waktu 6 bulan untuk membentuk tim paduan suara, kemudian Jeong-Hye membuat
permintaan, jika paduan suaranya berhasil dia minta hari bebas bersama Min-wo.
Singkat cerita Jeong-Hye meminta temannya Moon-ok yang dulunya adalah seorang
profesor musik untuk memimpin paduan suara itu. Namun tim tersebut tidak begitu
kuat karna masih kekurangan suara sopran, karena Jeong-Hye pernah mendengar
Yu-Mi bernyanyi maka diputuskan Yu-Mi untuk diajak bergabung. Tak disangka
Yu-Mi menolaknya dan malah berbicara kasar pada Moon-ok. Namun pada akhirnya
berkat sifat keibuan Moon-ok, dia dapat meluluhkan hati Yu-Mi dan akhirnya dia
setuju untuk bergabung di tim paduan suara. Akhirnya tim paduan suara tersebut
terbentuk dan menghasilkan harmonisasi yang indah.
Tentu saja penampilan
tim paduan suara tersebut berhasil mencuri hati banyak orang dan tibalah saat
hari bebas Jeong-Hye bersama Min-Wo, namun bersamaan dengan itu Jeong-Hye harus
berpisah dengan Min-wo karena sudah prosedur penjara, narapidana hanya boleh
membesarkan anaknya sampai usia 1 setengah tahun. Tepat hari itu Jeong-Hye
menyerahkan Min-wo untuk diadopsi oleh orang tua lain.
Empat tahun
kemudian, hari natalpun tiba dan tim paduan suara itu di undang untuk mengisi
acara malam natal di Seoul. Selain itu, para narapidana diizinkan untuk
mengundang keluarganya dan diperbolehkan bertemu oleh keluarganya setelah acara
selesai. Tim paduan suarapun berlatih keras sampai hari besar tiba. Namun ada
sesuatu yang mengganjal hati Moon-ok, dia tidak dapat mengundang anaknya karena
takut ditolak lagi, karena berkali – kali sudah Moon-ok mencoba menghubungi
anaknya namun tetap anaknya menolak berbicara padanya. Tidak hanya Moon-ok,
kejadian yang sama terjadi pada Yu-Mi, selama ini dia mengacuhkan ibunya yang
selalu datang berkunjung ke penjara. Dia tidak mau bertemu ibunya karena ibunya
yang memasukannya ke penjara karena telah membunuh ayah tirinya yang mencoba
memperkosanya. Melihat ini, Na-Yeong merasa kasihan dan bertekad untuk
mengundang mereka ke acara malam natal tersebut.
Hari besarpun
tiba, para narapidana sudah siap ingin tampil. Namun ada sesuatu yang
mengganggu Jeong-Hye, dia mendengar kedua anak laki – laki berlari dan salah
satunya memanggil Min-Wo. Jeong-Hye mengikuti anak tersebut dan memastikan
apakah itu Min-Wo anaknya, tapi ternyata bukan, Jeong-Hye tidak menemukan tahi
lalat yang terletak di tangan kiri Min-Wo. Saat sepuluh menit ingin tampil,
para narapidana diizinkan untuk ke toilet, namun tak disangka insidenpun
terjadi. Ada seseorang yang kehilangan cincinnya dan menuduh para narapidana
yang mencurinya, akhirnya semua narapidana di geledah dan konser mereka
dibatalkan dan membuat para penonton terutama keluarga dari para narapidana
kecewa.
Mendengar hal
ini, comissioner marah dan tidak terima. Dia memerintahkan untuk mengentikan
penggeledahan dan bersedia disalahkan jika memang narapidananya yang melakukan
pencurian tersebut. Dan pada akhirnya konser tim paduan suara harmoni dapat
tetap dilangsungkan. Mereka menyajikan pertunjukan yang apik dan menarik dan
membuat penonton terkesima. Keluarga narapidana yang hadirpun ikut terharu
menyaksikannya.
Penampilan
merekapun dikejutkan oleh lampu yang mendadak mati diikuti dengan kelompok
paduan suara anak – anak yang mulai berbaris bernyanyi menghampiri mereka. Ada
satu anak yang menarik perhatian Jeong-Hye karena anak tersebut mengingatkannya
pada Min-Wo. Ajaib anak itu menghampiri Jeong-Hye dan menggandeng tangannya
sambil terus bernyanyi, Jeong-Hye pun melihat tangan kiri anak yang
digandengnya tersebut, benar saja anak itu adalah Min-Wo, dia mempunyai tahi
lalat di tangan kirinya.
Pertunjukanpun
usai, seperti yang dijanjikan para narapidana diberikan waktu untuk bertemu keluarganya.
Begitu pula dengan Moon-ok dan Yu-Mi, walaupun Moon-ok hanya bertemu dengan
suami anaknya namun itu sudah lebih dari cukup baginya. Tak disangka anak
Moon-ok telah memperhatikan dari jauh tanpa diketahuinya. Bagaimana dengan
Jeong-Hye, tentu saja dia bertemu dengan Min-Wo yang telah diganti namanya oleh
orang tua barunya menjadi Hoon. Dan untuk permintaan terakhirnya, Jeong-Hye
meminta memeluk Min-Wo.
Setelah kembali
ke penjara, hari berjalan seperti biasanya sampai pada hari eksekusi hampir tiba.
Yang berarti sudah waktunya untuk Moon-ok mengakhiri hidupnya. Moon-Ok
diberikan kesempatan untuk pulang ke rumah dan tinggal semalam bersama anaknya.
Tentu saja dia tidak melewatkan kesempatan tersebut, begitu pula anaknya
meminta maaf pada Moon-ok dan menghabiskan waktu terakhir bersama ibu yang
sebenarnya sangat dicintainya itu.
Tibalah
saatnya, Na-Yeong yang diperintahkan untuk menjemput Moon-ok pun melakukannya
dengan sangat berat. Sampai tiba waktunya untuk Moon-ok mengucapkan kata
perpisahan pada teman sekamarnya itu. Semuanya tak rela melepaskan Moon-ok
terlebih Jeong-Hye karna dia sudah menganggap Moon-ok sebagai ibunya sendiri.
Namun itulah takdirnya, semua narapidana mengiringi perjalanan Moon-ok dengan
menyanyikan lagu sebagai persembahan terakhir untuknya.
Film ini menyajikan cerita yang
sederhana dengan menggunakan latar belakang penjara. Menceritakan kehidupan
di penjara dan kuatnya tali persahabatan
di antara mereka. Dengan akting para pemainnya yang sangat alami dan tidak
dibuat – buat film ini sukses bikin aku larut ke dalam alur cerita. Emosi
dalam film ini berhasil di bangun dan sampai kepada penonton dengan sukses.
Adegan demi adegan dirangkai apik dan mudah dipahami sehingga membuat penonton
tidak berpikir terlalu keras. Masa lalu pemeran juga diceritakan dengan baik
sehingga penonton tidak bingung dengan apa yang terjadi sebelum mereka masuk ke
penjara. Kesan lucu dan sedih di kemas secara menarik sehingga dapat mengaduk –
aduk isi hati yang menonton. Aku pribadi
berhasil dibuat meneteskan air mata untuk pertama kalinya waktu mereka berhasil
membentuk tim paduan suaranya dan berhasil menyuguhkan penampilan yang sangat
menarik dengan harmonisasi lagu yang bagus. Setelah itu adegan demi adegan
dapat dengan mudah membuatku meneteskan air mata. Terlebih lagi saat mereka
menampilkan penampilan terbaiknya di konser malam natal, dari mulai itu
kemudian saat kelompok paduan suara anak – anak muncul sampai pertemuan
Jeong-Hye dengan Min-Wo membuatku tidak dapat menghentikan air mata aku. Aku
kira disitulah puncak film ini, namun ternyata aku salah. Ada bagian yang lebih
menguras air mataku yaitu saat hari eksekusi Moon-ok tiba. Perasaan sedih dan
haru bercampur menjadi satu dan sukses membuatku nangis kejer banjir air mata.
Bagaimana seorang Jeong-Hye kehilangan sosok ibu, bagaimana semua narapidana
kehilangan sosok instruktur paduan suara, dan bagaimana mereka semua
menghormatinya sehingga mereka menyanyikan lagu perpisahan untuk Moon-ok.
Menurut aku yang termasuk
penggemar film – film sedih, Harmony ini adalah film yang wajib ditonton. Akhir
yang gak bisa ditebak dan cerita yang tidak biasa bikin nangisnya total banget.
Film ini beda sama film – film sedih lainnya karena film ini bebas dari adegan
percintaan antara laki – laki dan wanita. Banyak pesan moral yang dapat diambil
film ini, bahwa persahabatan dapat terjalin dimana saja dan tidak mengenal
usia. Film ini juga mengajarkan bagaimana mewujudkan hal yang sepertinya tidak
mungkin menjadi mungkin dengan adanya kerja keras dan kemuan yang kuat. Dan
kalau menurut aku, film harmony ini bisa ditonton oleh semua usia, tapi buat
adik – adik yang masih di bawah umur harus disertai dengan bimbingan orang tua
ya karena ada adegan perkelahian disini yang gak patut dicontoh oleh anak di J
Daripada penasaran sama gimana
keseluruhan filmnya, gih tonton aja filmnya secara lengkap ya. Daaah!! :D
No comments:
Post a Comment