Sunday, 23 August 2015

Harmony (2010) Jelas Bikin Mewek :''''''''

Hai movie addict, kali ini aku bakalan ngereview film (iyak lagi – lagi film sedih karena emang hoby mewek sendirian kalo malem) Harmony, sebuah film ber genre drama asal Korea ini memang berhasil bikin aku nangis bombay tengah malam dan bikin baju basah buat ngelap air mata (bukan iler ya). Berawal dari pencarian di google tentang film yang bisa bikin nangis penontonnya, dan akhirnya ketemulah film Harmony ini, ya emang sih ini bukan film baru. Film ini rilis tahun 2010 lalu, tapi ga tau kenapa baru aku temuin sekarang. Karena emang jarang banget yang nyebutin ini dalam rekomendasi film sedih yang biasanya ada di internet. Oke, daripada kepanjangan cerita mendingan langsung aja deh kita review film ini.
Di awal cerita penonton disuguhkan dengan adegan ibu yang bernama Hong Jeong-Hye yang sedang berjuang melahirkan bayinya di penjara tadinya aku menebak – nebak apakah yang akan terjadi selanjutnya, apakah setelah lahir bayi itu akan langsung dipisahkan dari ibunya? Ternyata dugaanku salah, bayi itu tetap dirawat oleh ibunya dan dibesarkan di lingkungan penjara. Mendengar kata penjara mungkin kebanyakan orang sudah bergidik ngeri membayangkannya. Tapi tunggu dulu, di film ini disajikan kisah persahabatan yang sangat solid yang terjadi di dalam penjara. Bayi itu yang diberi nama Kim Min-wo dirawat bersama – sama oleh Jeong-Hye dan teman – temannya. Sampai pada Min-wo berulang tahun ke 1, semua penghuni penjara memberikan hadiah padanya dan mereka merayakan ulang tahun Min-wo di bangsal penjara.



Suatu hari datanglah penghuni baru yang ditempatkan di kamar Jeong-Hye dkk. Dia bernama Kang Yu-Mi. Dia sangat murung dan penyendiri sampai – sampai dia ditegur oleh Kang Yeun-Sil agar lebih sopan sedikit pada penghuni lama. Kemudian si kecil Min-wo menghampiri Yu-Mi yang sedang sendiri dan ingin memeluknya, namun Yu-Mi malah mendorong Min-Wo hingga terjatuh dan pertengkaranpun tidak dapat dihindari.


Cerita berlangsung ketika tim paduan suara datang untuk menghibur di penjara, timbul keinginan Jeong-Hye untuk membentuk tim paduan suara sendiri di penjara, sampai akhirnya dia mengutarakan idenya pada Kong Na-Yeong salah satu sipir yang selama ini sering membantu dia dan teman – temannya. Sampailah ide tersebut pada commisioner, dengan banyak pertimbangan akhirnya di setujuilah idenya itu dan diberikan waktu 6 bulan untuk membentuk tim paduan suara, kemudian Jeong-Hye membuat permintaan, jika paduan suaranya berhasil dia minta hari bebas bersama Min-wo. Singkat cerita Jeong-Hye meminta temannya Moon-ok yang dulunya adalah seorang profesor musik untuk memimpin paduan suara itu. Namun tim tersebut tidak begitu kuat karna masih kekurangan suara sopran, karena Jeong-Hye pernah mendengar Yu-Mi bernyanyi maka diputuskan Yu-Mi untuk diajak bergabung. Tak disangka Yu-Mi menolaknya dan malah berbicara kasar pada Moon-ok. Namun pada akhirnya berkat sifat keibuan Moon-ok, dia dapat meluluhkan hati Yu-Mi dan akhirnya dia setuju untuk bergabung di tim paduan suara. Akhirnya tim paduan suara tersebut terbentuk dan menghasilkan harmonisasi yang indah.



Tentu saja penampilan tim paduan suara tersebut berhasil mencuri hati banyak orang dan tibalah saat hari bebas Jeong-Hye bersama Min-Wo, namun bersamaan dengan itu Jeong-Hye harus berpisah dengan Min-wo karena sudah prosedur penjara, narapidana hanya boleh membesarkan anaknya sampai usia 1 setengah tahun. Tepat hari itu Jeong-Hye menyerahkan Min-wo untuk diadopsi oleh orang tua lain.


Empat tahun kemudian, hari natalpun tiba dan tim paduan suara itu di undang untuk mengisi acara malam natal di Seoul. Selain itu, para narapidana diizinkan untuk mengundang keluarganya dan diperbolehkan bertemu oleh keluarganya setelah acara selesai. Tim paduan suarapun berlatih keras sampai hari besar tiba. Namun ada sesuatu yang mengganjal hati Moon-ok, dia tidak dapat mengundang anaknya karena takut ditolak lagi, karena berkali – kali sudah Moon-ok mencoba menghubungi anaknya namun tetap anaknya menolak berbicara padanya. Tidak hanya Moon-ok, kejadian yang sama terjadi pada Yu-Mi, selama ini dia mengacuhkan ibunya yang selalu datang berkunjung ke penjara. Dia tidak mau bertemu ibunya karena ibunya yang memasukannya ke penjara karena telah membunuh ayah tirinya yang mencoba memperkosanya. Melihat ini, Na-Yeong merasa kasihan dan bertekad untuk mengundang mereka ke acara malam natal tersebut.
Hari besarpun tiba, para narapidana sudah siap ingin tampil. Namun ada sesuatu yang mengganggu Jeong-Hye, dia mendengar kedua anak laki – laki berlari dan salah satunya memanggil Min-Wo. Jeong-Hye mengikuti anak tersebut dan memastikan apakah itu Min-Wo anaknya, tapi ternyata bukan, Jeong-Hye tidak menemukan tahi lalat yang terletak di tangan kiri Min-Wo. Saat sepuluh menit ingin tampil, para narapidana diizinkan untuk ke toilet, namun tak disangka insidenpun terjadi. Ada seseorang yang kehilangan cincinnya dan menuduh para narapidana yang mencurinya, akhirnya semua narapidana di geledah dan konser mereka dibatalkan dan membuat para penonton terutama keluarga dari para narapidana kecewa.


Mendengar hal ini, comissioner marah dan tidak terima. Dia memerintahkan untuk mengentikan penggeledahan dan bersedia disalahkan jika memang narapidananya yang melakukan pencurian tersebut. Dan pada akhirnya konser tim paduan suara harmoni dapat tetap dilangsungkan. Mereka menyajikan pertunjukan yang apik dan menarik dan membuat penonton terkesima. Keluarga narapidana yang hadirpun ikut terharu menyaksikannya.


Penampilan merekapun dikejutkan oleh lampu yang mendadak mati diikuti dengan kelompok paduan suara anak – anak yang mulai berbaris bernyanyi menghampiri mereka. Ada satu anak yang menarik perhatian Jeong-Hye karena anak tersebut mengingatkannya pada Min-Wo. Ajaib anak itu menghampiri Jeong-Hye dan menggandeng tangannya sambil terus bernyanyi, Jeong-Hye pun melihat tangan kiri anak yang digandengnya tersebut, benar saja anak itu adalah Min-Wo, dia mempunyai tahi lalat di tangan kirinya.


Pertunjukanpun usai, seperti yang dijanjikan para narapidana diberikan waktu untuk bertemu keluarganya. Begitu pula dengan Moon-ok dan Yu-Mi, walaupun Moon-ok hanya bertemu dengan suami anaknya namun itu sudah lebih dari cukup baginya. Tak disangka anak Moon-ok telah memperhatikan dari jauh tanpa diketahuinya. Bagaimana dengan Jeong-Hye, tentu saja dia bertemu dengan Min-Wo yang telah diganti namanya oleh orang tua barunya menjadi Hoon. Dan untuk permintaan terakhirnya, Jeong-Hye meminta memeluk Min-Wo.


Setelah kembali ke penjara, hari berjalan seperti biasanya sampai pada hari eksekusi hampir tiba. Yang berarti sudah waktunya untuk Moon-ok mengakhiri hidupnya. Moon-Ok diberikan kesempatan untuk pulang ke rumah dan tinggal semalam bersama anaknya. Tentu saja dia tidak melewatkan kesempatan tersebut, begitu pula anaknya meminta maaf pada Moon-ok dan menghabiskan waktu terakhir bersama ibu yang sebenarnya sangat dicintainya itu.
Tibalah saatnya, Na-Yeong yang diperintahkan untuk menjemput Moon-ok pun melakukannya dengan sangat berat. Sampai tiba waktunya untuk Moon-ok mengucapkan kata perpisahan pada teman sekamarnya itu. Semuanya tak rela melepaskan Moon-ok terlebih Jeong-Hye karna dia sudah menganggap Moon-ok sebagai ibunya sendiri. Namun itulah takdirnya, semua narapidana mengiringi perjalanan Moon-ok dengan menyanyikan lagu sebagai persembahan terakhir untuknya.




Film ini menyajikan cerita yang sederhana dengan menggunakan latar belakang penjara. Menceritakan kehidupan di  penjara dan kuatnya tali persahabatan di antara mereka. Dengan akting para pemainnya yang sangat alami dan tidak dibuat – buat film ini sukses bikin aku larut ke dalam alur cerita. Emosi dalam film ini berhasil di bangun dan sampai kepada penonton dengan sukses. Adegan demi adegan dirangkai apik dan mudah dipahami sehingga membuat penonton tidak berpikir terlalu keras. Masa lalu pemeran juga diceritakan dengan baik sehingga penonton tidak bingung dengan apa yang terjadi sebelum mereka masuk ke penjara. Kesan lucu dan sedih di kemas secara menarik sehingga dapat mengaduk – aduk isi hati yang menonton.  Aku pribadi berhasil dibuat meneteskan air mata untuk pertama kalinya waktu mereka berhasil membentuk tim paduan suaranya dan berhasil menyuguhkan penampilan yang sangat menarik dengan harmonisasi lagu yang bagus. Setelah itu adegan demi adegan dapat dengan mudah membuatku meneteskan air mata. Terlebih lagi saat mereka menampilkan penampilan terbaiknya di konser malam natal, dari mulai itu kemudian saat kelompok paduan suara anak – anak muncul sampai pertemuan Jeong-Hye dengan Min-Wo membuatku tidak dapat menghentikan air mata aku. Aku kira disitulah puncak film ini, namun ternyata aku salah. Ada bagian yang lebih menguras air mataku yaitu saat hari eksekusi Moon-ok tiba. Perasaan sedih dan haru bercampur menjadi satu dan sukses membuatku nangis kejer banjir air mata. Bagaimana seorang Jeong-Hye kehilangan sosok ibu, bagaimana semua narapidana kehilangan sosok instruktur paduan suara, dan bagaimana mereka semua menghormatinya sehingga mereka menyanyikan lagu perpisahan untuk Moon-ok.
Menurut aku yang termasuk penggemar film – film sedih, Harmony ini adalah film yang wajib ditonton. Akhir yang gak bisa ditebak dan cerita yang tidak biasa bikin nangisnya total banget. Film ini beda sama film – film sedih lainnya karena film ini bebas dari adegan percintaan antara laki – laki dan wanita. Banyak pesan moral yang dapat diambil film ini, bahwa persahabatan dapat terjalin dimana saja dan tidak mengenal usia. Film ini juga mengajarkan bagaimana mewujudkan hal yang sepertinya tidak mungkin menjadi mungkin dengan adanya kerja keras dan kemuan yang kuat. Dan kalau menurut aku, film harmony ini bisa ditonton oleh semua usia, tapi buat adik – adik yang masih di bawah umur harus disertai dengan bimbingan orang tua ya karena ada adegan perkelahian disini yang gak patut dicontoh oleh anak di J

Daripada penasaran sama gimana keseluruhan filmnya, gih tonton aja filmnya secara lengkap ya. Daaah!! :D